Kecil Bikin Tergelincir


Beberapa tahun lalu, saya dikejutkan oleh berita duka. Seorang pengurus masjid di tempat tinggal saya yang lama dikabarkan meninggal dunia. Ia orang yang sangat sopan, taat beribadah, tidak banyak bicara dan senang membantu sesama. Berita meninggalnya mengejutkan banyak orang, tidak hanya keluarganya melainkan juga pengurus dan jamaah masjid yang tak menyangka ia pergi begitu cepat. Saya mengenal dekat beliau tidak hanya sosok pribadinya, juga semua anggota keluarganya.

Menurut keterangan isterinya, ia meninggal dunia akibat jatuh dari motor. Pada saat kejadian sang isteri sendiri ikut dibonceng dalam kejadian nahas itu. Apakah ia tabrakan? Saya agak tidak percaya, sebab beliau termasuk orang yang saya kenal santun di jalanan, tidak pernah ngebut apalagi ugal-ugalan. Mungkin ia ditabrak? Ternyata bukan. Yang menyebabkan ia jatuh ketika mengendarai motornya hanyalah kerikil di tepi jalan. Masih menurut keterangan yang didapat, motor vespanya melindas sebuah kerikil yang menyebabkan oleng hingga akhirnya terjatuh.

Tidak ada luka sedikitpun, begitu pula isterinya. Namun pria santun itu langsung menghembuskan nafas terakhirnya saat jatuh. Saat dibawa ke rumah sakit, ia sudah dalam kondisi tak bernafas sampai akhirnya dokter menyatakan bahwa ia sudah meninggal dunia ketika jatuh dari motor. Setiap jiwa yang hidup akan merasakan mati, tidak terkecuali. Allah selalu punya cara untuk mengambil kembali jiwa-jiwa yang hidup dengan cara yang tidak pernah bisa diketahui oleh siapapun. Kita pun tidak pernah tahu kapan dan dimana akan menghembuskan nafas terakhir, hanya Allah yang memegang hak pengetahuan itu.

Kejadian yang menimpa saudara yang kami cintai itu memberikan pelajaran berharga, selain soal kematian yang tidak bisa diduga-duga datang dan caranya, peristiwa itu pun memberi hikmah agar kita tidak mengabaikan hal kecil yang justru bisa membahayakan. Jika ada batu besar di depan kita akan mudah menghindarinya karena jelas terlihat, namun kita lebih sering tergelincir oleh batu kerikil yang sering terabaikan. Mungkin ini menjadi sifat manusia pada umumnya, bahwa kita sering lengah dan abai pada hal-hal kecil dan detil. Setiap hal besar kita perhatikan, masalah besar kita selesaikan, ujian besar bisa kita hadapi, tetapi kadang kita lupa bahwa hal kecil tak boleh diabaikan, masalah kecil tak bisa dianggap remeh dan cobaan-cobaan yang kecil pun bukan hal sepele.

Seorang penjaga gawang yang hebat, mampu memblok tendangan-tendangan keras dan terukur dari lawan-lawannya. Bola ke arah kiri mampu ditangkap, ke kanan ditangkap pula. Bola ke arah bawah mampu dihalau, di atas pun bisa ditepis. Semua penonton bertepuk tangan sambil berdiri, berdecak kagum atas kehebatan sang penjaga gawang idola mereka itu. Disaat kehebatannya memuncak, ketika ia telah berhasil mengantisipasi semua bola yang datang ke arahnya, ujian kecil justru menjatuhkan karirnya. Sebuah bola operan dari pemain belakangnya sendiri walaupun hanya tendangan pelan menyusur tanah malah membuatnya kemasukan bola. Penonton terbelalak tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Penjaga gawang hebat yang sepanjang puluhan menit dikagumi kehebatannya tiba-tiba melakukan kesalahan fatal dan dengan mudah kebobolan oleh bola pelan menyusur tanah.

Penyebabnya sederhana saja, ia menganggap remeh bola pelan yang datang ke arahnya itu. Karena sudah terbiasa menerima bola dengan cara demikian, ia bersiap menyetop bola dengan kaki kanannya. Rupanya, hanya setengah meter dari kaki si penjaga gawang ada gundukan tanah kecil yang membuat bola memantul sepersekian meter melewati kaki si penjaga gawang. Ia kaget, panik dan mencoba mengejar bola yang melintas beberapa detik begitu saja dari kakinya. Namun tangannya tak mampu menangkap bola yang dengan tenang masuk ke gawangnya.

Pujian berubah menjadi cemoohan, tepuk tangan riuh pun tak lagi terdengar. Yang ada adalah umpatan dan penghinaan, dan akibat berikutnya adalah penjaga gawang ini tak lagi dipasang sebagai pemain utama tim nasional. Semua hanya karena hal kecil yang terabaikan di depan mata sendiri. Anda yang penggemar sepak bola mungkin tahu siapa penjaga gawang yang saya maksud. Ini memang pelajaran berharga buat yang bersangkutan, namun bagi kita yang menyaksikan pertandingan tersebut pun semestinya bisa mengambil hikmahnya. Semoga. (Gaw)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: